Museum Bali terletak di Jl. Mayor Wisnu, Denpasar Bali. Konon, lokasi Museum Bali merupakan “bekas” puri (Istana) Raja Badung. Di lapangan depan kompleks museum inilah, menurut Mas Putu, Raja Badung, I Gusti Ngurah Denpasar dan keluarga serta laskarnya mengadakan Puputan melawan penjajah di tahun 1906. Setelah Badung diduduki, maka sekitar tahun 1910, W.F.J Kroon, Asisten Residen Bali Selatan merintis dan memerintahkan Kurt Grundler (arsitek berkebangsaan Jerman) dan para Undagi (ahli bangunan trsdisional Bali) I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Bandel untuk mendesain bangunan museum.
Bangunan Museum bali merupakan perpaduan antara Pura dan Puri, dengan tiga halaman. Jaba sisi (halaman luar), jaba tengah (tengah) dan jeroan (halaman dalam). Pada halaman dalam terdapat tiga buah bangunan khas Bali yang beratap ijuk. Gedung Tabanan, mewakili arsitektur Bali Selatan. Gedung Karangasem mewakili Bali Timur dan Gedung Buleleng mewakili arsitektur Bali Timur. Ada bagunan satu lagi, namanya Gedung Timur, merupakan bangunan baru yang diperuntukkan untuk ruang pameran. Di Selatan museum terdapat Pura Jagatnatha.
Bangunan Museum bali merupakan perpaduan antara Pura dan Puri, dengan tiga halaman. Jaba sisi (halaman luar), jaba tengah (tengah) dan jeroan (halaman dalam). Pada halaman dalam terdapat tiga buah bangunan khas Bali yang beratap ijuk. Gedung Tabanan, mewakili arsitektur Bali Selatan. Gedung Karangasem mewakili Bali Timur dan Gedung Buleleng mewakili arsitektur Bali Timur. Ada bagunan satu lagi, namanya Gedung Timur, merupakan bangunan baru yang diperuntukkan untuk ruang pameran. Di Selatan museum terdapat Pura Jagatnatha.



0 komentar:
Posting Komentar